Sabtu, 02 Maret 2013

Inspirasi Rahasia Kebahagiaan


Seorang anak muda melintasi padang pasir selama 40 hari untuk belajar tentang rahasia kebahagiaan dari orang paling bijaksana di dunia.
Akhirnya tiba di sebuah kastil yang indah, tinggi di puncak gunung. Di sanalah orang bijak itu tinggal. 
Saat memasuki aula kastil, ia melihat kesibukan di dalamnya; pedagang datang dan pergi, orang-orang bercakap-cakap di sudut-sudut, orkestra kecil sedang memainkan musik lembut, dan ada meja dengan makanan yang paling enak di dunia. 
Si orang bijak mendengarkan dengan seksama saat anak muda itu menjelaskan maksud kedatangannya, tetapi ia tidak punya waktu untuk menjelaskan rahasia kebahagiaan. Sang orang bijak pun menyarankan anak itu untuk melihat-lihat istana dan kembali dalam dua jam. 
Sementara itu, saya meminta Anda melakukan sesuatu,” kata si orang bijak. Ia menyerahkan sendok teh berisi dua tetes minyak pada anak itu.
Saat Anda berjalan-jalan, bawalah sendok ini tanpa membiarkan minyaknya tumpah.” 
Anak itu mulai menaiki dan menuruni banyak tangga istana, sambil matanya tertuju pada sendok. Setelah dua jam, ia kembali ke ruangan tempat orang bijak itu.
Nah,” kata si orang bijak, “Apakah Anda melihat perhiasan Persia yang tergantung di ruang makan?Apakah Anda melihat taman indah yang dikerjakan selama sepuluh tahun oleh tukang kebun terbaik?Apakah Anda melihat perkamen indah di perpustakaan saya?“ 
Anak itu menunduk dan mengaku bahwa ia tidak mengamati apa-apa. Perhatiannya tertuju pada minyak dalam sendok yang dipercayakan orang bijak padanya. 
Kalau begitu, kembali dan amati keajaiban dunia saya,” kata si orang bijak. “Anda tidak bisa mempercayai seseorang, kalau Anda tidak tahu rumahnya.” 
Merasa lega, anak muda itu mengambil sendoknya dan kembali menjelajahi istana tersebut, kali ini ia mengamati semua karya seni di langit-langit dan dinding. Ia melihat taman-taman, pegunungan di sekelilingnya, serta keindahan bunga-bunga. Setelah kembali ke orang bijak, ia bercerita tentang semua yang telah dilihatnya. 
Tapi kemana tetes minyak yang saya percayakan pada Anda?” tanya si orang bijak, melihat tak ada lagi minyak yang tersisa di sendok anak muda itu. 
Hanya ada satu nasihat yang bisa kuberikan,” kata orang bijak itu. “Rahasia kebahagiaan adalah dengan menikmati segala hal menakjubkan di dunia, tanpa pernah melupakan setetes minyak di sendok.” 
Manusia kadang terlalu sibuk mencari-cari kebahagiaan, dan terfokus pada hal-hal yang terlihat besar dan luar biasa. Namun, tanpa disadari, ada hal kecil yang juga penting, yang bisa membuat mereka bahagia. 

Kebaikan Tanpa Syarat


Untuk Kanker”, begitu tulisan di kertas daftar sumbangan yang dipegang seorang anak kecil. Ia berdiri tepat di luar pintu masuk pusat perbelanjaan. 
Dalam angin musim semi yang dingin, hidung merah, dan topi yang membungkus sampai ke telinganya. Ia menghangatkan tangan kirinya dalam saku dan memegang daftar sumbangannya di sisi lain. 
Seorang pria paruh baya menghentikan langkahnya ketika melewati anak itu. Ia melihat anak itu tidak memakai sarung tangan. Ia segera memeriksa dompet, namun ia tidak punya uang kecil. 
Saya akan kembali untuk memberimu uang,” janjinya pada si anak kecil. 
Terima kasih!” Jjawab anak kecil itu sambil tersenyum, sebelum kemudian bersin dalam tisu usang. 
Sang pria paruh baya menatapnya. Ia melihat anak itu beku. Warna bibirnya seperti anak kecil yang menolak keluar dari bermain air. Kemudian ia bertanya, 
Apa yang kau lakukan di sini? Apakah kau tau, kau bisa flu nanti. Masuklah ke dalam mal!” 
Maaf, tapi saya tidak bisa. Anda lihat penjaga disana? Ia mengatakan tidak ada yang diperbolehkan mengumpulkan uang untuk amal di mal tanpa izin tertulis dari manajer. Tapi dia membolehkan saya untuk berdiri disini,” jawab anak kecil itu sambil sesekali menggigil. 
Tapi saya merasa senang melakukan ini,” lanjutnya sambil tersenyum. 
Dengan rasa heran yang masih menggantung, pria itu masuk kedalam mal untuk mengambil uang dan memutuskan untuk membelikan sarung tangan untuk si anak kecil diluar tadi. 
Seorang kasir menatapnya heran karena ia bergumam pada dirinya sendiri, “Tapi aku merasa senang melakukan ini,” kalimat yang diucapkan si anak tadi. 
Ia setengah berlari menghampiri anak kecil yang menunggunya.
“ Oke, sekarang saya akan memberi Anda daftarnya. Tolong isi data Anda,” kata anak kecil itu sambil menyerahkan pena. 
Masih ada banyak baris kosong, beberapa tanda tangan dan beberapa jumlah uang yang tidak banyak. 
Apakah kau harus pulang dengan daftar yang penuh?” Tanya si pria penasaran. 
Sambil menggosok-gosokkan tangan, anak kecil itu menjawab, ”Ya. Atau tidak. Tidak harus, tapi saya ingin.” 
Dalam cuaca seperti ini?” Pria itu bertanya lagi sambil mengerutkan kening. 
Teman baik saya, Pete menderita Leukimia. Saya ingin membantunya”, jawabnya serius.
Pria itu segera memberikan sarung tangan yang tadi dibelinya pada anak kecil yang sudah beku itu.
Ini untukmu, bawalah! Aku yakin kamu meninggalkan punyamu di rumah.” 
Dengan girang, anak kecil itu menyambut, ”Terima kasih! Anda baik sekali! Sekarang saya bisa berdiri di sini lebih lama untuk memenuhi daftar ini.” Anak kecil itu membungkuk tanda terima kasih. 
Nah, lalu apa yang kau dapatkan nanti? Apakah mereka memberimu sesuatu sebagai ucapan terima kasih?” si pria tak henti bertanya. 
Mata anak itu bersinar senang dang berkata, “Oh ya! Tentu saja!” 
Apa itu?” Tanya sang pria lagi, berharap itu adalah mainan bagus atau mungkin uang untuk anak kecil itu. 
Anak itu sekarang tersenyum lebar seraya menjawab, “Saya mendapatkan daftar baru, dan kosong!” ucapnya berseri-seri. 
Inilah kebaikan tanpa syarat. Tak semua orang mampu melakukannya. Bagaimana dengan kita?

Inspirasi Sepasang Sepatu Gandhi


Saat Gandhi melangkah naik ke kereta suatu hari, salah satu sepatunya terlepas dan mendarat di salah satu bagian rel. 
Gandhi tidak dapat mengambilnya, karena bertepatan dengan kereta yang sudah mulai berangkat. 
Gandhi tiba-tiba melakukan sesuatu, hal yang mencengangkan rekan-rekannya.
Ia dengan tenang melepas sepatunya yang lain dan kemudian melemparkannya ke sepanjang jalur dan membuat sepatu itu mendarat dekat dengan sepatu pertama. 
Sesama penumpang yang penasaran, bertanya, mengapa ia lakukan hal itu? Gandhi pun menjawab,
Orang miskin yang menemukan sepatu tergeletak di  rel sana,  sekarang akan memiliki sepasang sepatu yang  dapat ia gunakan.” 
Gandhi melakukan hal tersebut karena ia tahu apa yang seharusnya ia lakukan. Dan ia melakukannya karena ingin membuat hasil, yaitu memberikan sepasang sepatu bagi orang lain. Karena, ia sendiri pun tidak akan mungkin hanya memakai satu sepatu tanpa pasangannya.
Anda mungkin tidak pernah tahu apa hasil dari tindakan Anda, tapi jika Anda tidak melakukan apapun, tidak akan ada hasilnya.” – Mahatma Gandhi 

Kekuranganmu, Keistimewaanmu


Einstein kecil yang saat itu berusia 3 tahun belum bisa berbicara. Namun ketika ia mulai bisa bicara, kalimat yang diucapkannya selalu diulang dua kali.
Sampai usia 9 tahun, Einstein masih mengalami kesulitan bicara.
Ibu Einstein menganggap anaknya ‘aneh’ karena merasa janggal dengan ukuran kepala Einstein yang terlalu berlebihan untuk anak seumurnya.
Setelah diperiksakan, ternyata Einstein didiagnosis menderita Benign Macrocephlay yang nantinya bisa menjurus pada keterbelakangan mental.
Einstein juga diketahui pernah menderita Dyslexia(kesulitan mengenali angka dan huruf) dan gangguan mental dengan sindrom Asperger (sebuah kondisi yang berhubungan dengan autisme).
Tapi fakta kemudian berkata lain. Einstein mengemukakan teori relativitas dan juga banyak menyumbang bagi pengembangan mekanika kuantum, mekanika statistika, dan kosmologi. Ia pun dianugerahi Penghargaan Nobel dibidang Fisika pada tahun 1921.
Kecerdesannya menjadi bahan pembicaraan dimana-mana. Bahkan, Einstein menjadi kata lain yang berarti ‘genius dalam bidangnya’ dalam kamus bahasa Inggris.
Setelah kematiannya, otak Einstein diteliti. Penelitian itu menunjukkan bahwa otak Einstein memang tidak memiliki regio operculum parietal yang dibutuhkan untuk fungsi verbal manusia.
Sementara itu, lobus parietal otaknya lebih besar dari manusia rata-rata, sehingga ia pintar dalam bidang matematika dan kognisi.
Einstein dengan kekurangannya mampu mencari celah untuk membuktikan kecerdasannya.
Jadi, jika Anda merasa tidak mampu melakukan sesuatu, carilah kelebihan Anda dan kembangkan!
I have no special talents, I am only passionately curious.” (Saya tidak punya bakat khusus, saya hanya sangat penasaran) – Albert Einstein.

Jumat, 01 Maret 2013

10 Pribadi yang Disegani dan Disenangi


Untuk menjadi pribadi yang disegani dan disenangi oleh orang lain, kita tak perlu harus punya kedudukan, harta berlimpah, ataupun wajah yang tampan dan cantik.
Ingin tahu pribadi-pribadi seperti apa yang disenangi?
Tulus
Ketulusan menempati peringkat pertama sifat yang paling disukai. Ketulusan membuat kita merasa aman dan dihargai karena yakin tidak akan dibodohi atau dibohongi. Orang yang tulus selalu mengatakan kebenaran, tidak suka mengada-ada, pura-pura, mencari-cari alasan atau memutarbalikkan fakta.
Rendah hati
Rendah diri adalah kelemahan, sedangkan rendah hati adalah kekuatan. Hanya orang berjiwa kuat yang bisa bersikap rendah hati. Ia seperti padi yang semakin berisi semakin menunduk. Orang yang rendah hati akan mengakui dan menghargai keunggulan orang lain. Ia membuat orang yang diatasnya merasa baik dan membuat orang yang di bawahnya tidak merasa minder.
Setia
Kesetiaan sudah menjadi barang langka dan sangat tinggi harganya. Orang yang setia selalu bisa dipercaya dan diandalkan, selalu menepati janji, punya komitmen kuat, rela berkorban dan tidak suka berkhianat.
Positive Thinking
Orang yang selalu positive thinking akan berusaha melihat segala sesuatu dari kacamata positif, bahkan dalam situasi yang buruk sekalipun. Ia lebih suka membicarakan kebaikan daripada keburukan orang lain, lebih suka bicara mengenai harapan daripada keputusasaan, lebih suka mencari solusi daripada frustasi, dan lebih suka memuji daripada mengecam.
Ceria
Keceriaan tidak harus diartikan ekspresi wajah dan tubuh, tapi sikap hati. Orang yang ceria adalah orang yang bisa menikmati hidup, tak suka mengeluh, selalu berusaha meraih kegembiraan, dan punya potensi untuk menghibur dan mendorong semangat orang lain.
Bertanggung jawab
Orang yang bertanggung jawab akan melaksanakan kewajibannya dengan sungguh-sungguh. Bila melakukan kesalahan, dia akan mengakuinya.
Dan ketika mengalami kegagalan, ia tak akan mencari kambing hitam untuk disalahkan. Dan menyadari utuh bahwa dirinya sendiri yang bertanggung jawab atas apapun yang dialami dan dirasakannya.
Percaya Diri
Rasa percaya diri memungkinkan seseorang menerima dirinya sebagaimana adanya, menghargai dirinya dan menghargai orang lain. Orang yang percaya diri mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan dan situasi yang baru. Ia selalu tahu apa yang harus dilakukannya dan melakukannya dengan baik.
Kebesaran Jiwa
Kebesaran jiwa dapat dilihat dari kemampuan seseorang memaafkan orang lain. Orang yang berjiwa besar tidak membiarkan dirinya dikuasai oleh rasa benci. Ketika menghadapi masa sukar, ia tetap tegar dan tidak membiarkan dirinya hanyut dalam kesedihan dan keputusasaan.
Easy Going
Orang yang easy going menganggap hidup ini ringan, tak suka membesar-besarkan masalah kecil, bahkan berusaha mengecilkan masalah-masalah besar. Ia tak suka mengungkit masa lalu dan tak mau khawatir dengan masa depan, serta tak mau pusing dengan masalah-masalah yang berada di luar kontrolnya.
Empati
Empati adalah sifat yang sangat mengagumkan. Orang yang berempati bukan saja pendengar yang baik tapi juga bisa menempatkan diri pada posisi orang lain. Bila konflik terjadi, ia selalu mencari jalan keluar terbaik bagi kedua belah pihak, tidak suka memaksakan pendapat dan kehendaknya sendiri. Ia pun selalu berusaha memahami dan mengerti orang lain.

Selasa, 05 Februari 2013

Kebahagiaan Seumur Hidup


Seorang anak lelaki datang ke lelang sepeda yang diselenggarakan di kantor polisi.
Sepeda-sepeda yang dilelang adalah yang ditemukan di jalan dan tidak ada yang datang untuk mengakuinya sebagai pemilik.
Setiap kali juru lelang membuka penawaran baru, anak itu berkata, “Saya menawar satu dolar, Pak.”
Tetapi akan ada orang yang menawarkan lebih tinggi, sehingga akhirnya setiap sepeda yang dilelang jatuh ke tangan orang yang menawar dengan harga tertinggi.
Dan setiap kali, anak itu selalu ikut menawar satu dolar. Ketika sepeda terakhir yang akan dilelang dibawa ke depan, anak itu berseru, “Saya menawar satu dolar, Pak.”
Penawaran naik terus dan akhirnya juru lelang mengetukkan palu pada tawaran harga sembilan dolar. Ia menunjuk ke arah anak lelaki itu yang duduk di barisan paling depan, sebagai isyarat bahwa anak itulah pemenangnya.
Kemudian juru lelang merogoh sakunya, mengambil uang sebanyak delapan dolar dan meletakkannya di atas meja. Anak itu maju, meletakkan satu dolarnya dalam bentuk recehan disamping delapan dolar tadi, mengambil sepeda barunya lalu berbalik hendak ke luar.
Tiba-tiba diletakkannya sepeda, lalu ia berbalik dan lari mendatangi juru lelang. Dipeluknya orang itu lalu ia menangis.
Jika kau menginginkan kebahagian; untuk sejam-tidurlah selama itu, untuk sehari-pergilah memancing, untuk sebulan-menikahlah, untuk setahun-warisi harta, untuk seumur hidup-tolonglah orang lain.” – Peribahasa Cina
(Chicken Soup for the Soul)

5 Cara Pikiran Positif Membawa Kedamaian dalam Hidup


Ketika kita berpikir positif, kita akan merasakan kedamaian dalam pikiran dan kesadaran kita. Kekuatan pikiran positif terletak pada kebahagiaan yang dibawanya.
Di bawah ini adalah 5 cara pikiran positif membawa kedamaian dalam hidup kita.
1. Membantu pikiran rileks
Berpikir positif merilekskan pikiran kita dan membantu kita menyingkirkan ketegangan, khawatir dan stres yang tidak perlu.
Ketika kita berpikir positif, pikiran tidak akan berada di bawah tekanan apapun, sehingga secara mental, kita lebih santai. Hal ini secara efektif membawa kedamaian dalam hidup kita.
2. Membuang emosi negatif
Berpikir positif akan membantu menyingkirkan segala macam emosi negatif seperti kemarahan, kecemasan, kecemburuan, kecurigaan, dan sebagainya. Karena tidak adanya kedamaian dalam hidup pada dasarnya disebabkan oleh semua emosi negatif.
3. Membantu konsentrasi
Dengan berpikir positif, perhatian kita tidak terosilasi antara hal-hal yang baik dan buruk, melainkan tetap fokus hanya pada hal-hal positif.
Dengan demikian, ini akan membantu kita untuk lebih berkonsentrasi pada pekerjaan, bukan membiarkan pikiran kita mengembara ke pikiran sia-sia yang sebagian besar negatif dan menyebabkan kekhawatiran.
4. Membangkitkan perasaan bersyukur
Berpikir positif membuat kita bersyukur untuk semua hal baik dalam hidup. Dan ketika kita bersyukur, kita berada dalam keadaan damai karena tidak berpikir tentang apa yang tidak kita miliki, tapi tentang apa yang kita miliki.
Dengan mengaktifkan perasaan kepuasan ini, berpikir positif akan membawa kedamaian dalam hidup kita.
5. Membuat kita bahagia
Last but not least, tujuan utama dari berpikir positif adalah untuk merasa baik tentang diri kita dan kehidupan kita. Ketika kita melakukannya, tidak ada negatif yang akan mengganggu ketenangan pikiran kita. Berpikir positif membuat kita fokus pada semua hal-hal positif dan membuat kita bahagia.
Fakta paling menakjubkan tentang berpikir positif adalah bahwa berpikir positif tidak memiliki kekurangan apapun dan tidak pernah berbahaya, bahkan ketika dilakukan berlebihan. Tapi kita tetap harus selalu realistis dan tidak memanjakan diri dalam kegilaan imajinatif. Berpikirlah positif sekaligus rasional.